Membersihkan saklar secara berkala dan melakukan servis rutin di bengkel resmi bisa membantu menjaga performanya tetap optimal.
2. Komponen Internal Mulai Aus
Pemakaian harian dalam jangka panjang membuat komponen kecil di dalam saklar—seperti pegas, platina, atau bagian plastik—mengalami keausan.
Gejalanya bisa berupa tombol terasa longgar, macet, atau tidak kembali ke posisi semula setelah ditekan.
3. Kontak Saklar Berkarat
Motor yang sering kehujanan atau disimpan di area lembap berisiko mengalami karat pada kontak saklar. Korosi ini menghambat aliran listrik, sehingga saklar tampak normal dari luar, tapi tidak berfungsi saat digunakan.
Solusinya, hindari paparan air berlebih dan lakukan pengecekan rutin, terutama jika motor sering digunakan di kondisi cuaca ekstrem.
4. Kabel Bermasalah
Dalam beberapa kasus, saklar sebenarnya masih bagus, namun kabel penghubungnya mengalami masalah. Kabel bisa putus, longgar, bahkan korslet akibat usia pemakaian, pemasangan aksesori non-standar, atau gigitan hewan pengerat.
Jika sudah menyangkut kelistrikan, sebaiknya serahkan pengecekan pada teknisi profesional agar tidak merembet ke komponen lain.
5. Modifikasi Kelistrikan Tidak Sesuai
Modifikasi saklar aftermarket atau penambahan aksesori listrik memang bikin motor tampil beda. Namun, jika pemasangannya tidak sesuai standar, tegangan listrik bisa menjadi tidak stabil. Akibatnya, saklar lebih cepat rusak dan berpotensi mengganggu sistem kelistrikan lain.






