Pengalaman terjun langsung menanam bibit mangrove ini memberikan kesan mendalam bagi para generasi muda yang hadir. Naysilla Nurfadillah, salah satu siswa SMAN 2 Cikampek, menyampaikan, “Semoga apa yang kami lakukan bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga lingkungan sekaligus menginspirasi generasi muda agar semakin peduli terhadap alam.”
Program rehabilitasi lingkungan ini sendiri merupakan kelanjutan dari fokus pemulihan ekosistem yang telah dirintis AHM sejak tahun lalu. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 21.400 pohon mangrove telah berhasil tumbuh subur menjadi benteng pelindung alami kawasan pesisir Tambaksari.
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa kelestarian alam dan kesejahteraan warga merupakan dua hal yang tak terpisahkan.
Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada pemulihan fisik ekosistem, tetapi juga pengembangan ruang edukasi serta ekonomi kreatif.
“Kawasan wisata yang lestari tidak hanya menghadirkan keindahan alam, tetapi juga mampu menciptakan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” terang Muhib. Beliau juga menambahkan, “Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari terus berkembang sebagai kawasan konservasi, pusat pembelajaran lingkungan, sekaligus destinasi wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
Kegiatan pelestarian ini menjadi wujud nyata komitmen AHM yang secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial sejak tahun 2012.
Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, AHM terus berkontribusi aktif dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.



