Pencapaian di tahun kedua ini jelas jauh lebih mentereng ketimbang rapor akhir musim lalu. Pada musim sebelumnya, Aldi harus puas menyudahi kompetisi di peringkat 17 akibat sempat absen di empat seri terakhir karena cedera.
Peluang untuk terus merangkak naik ke posisi atas masih terbuka sangat lebar bagi pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia ini. Pasalnya, kompetisi balap kasta kedua WorldSBK ini masih menyisakan lima putaran lagi yang akan digelar di beberapa sirkuit legendaris Eropa.
Sirkuit Donington Park, Magny-Cours, Cremona, Estoril, dan Jerez akan menjadi saksi perjuangan Aldi berikutnya. Dengan performa yang sedang menanjak, bukan tidak mungkin kejutan demi kejutan baru akan kembali tercipta di seri-seri mendatang.
”Perolehan fantastis di Misano sangat mengesankan. Aldi Satya Mahendra kian membuktikan kemampuannya sebagai pembalap berprestasi mendunia. Prestasinya tahun ini adalah pembuktian mampu fighting dengan pembalap-pembalap papan atas World Supersport termasuk rider elit dari ajang Moto2. Skill Aldi Satya Mahendra teruji nyata sudah kompetitif mencapai level tersebut. Dia beradaptasi dengan cepat lalu memaksimalkan performa yang menghasilkan podium membanggakan. Result di Misano berpengaruh signifikan buat peringkat klasemen, kami optimis dia akan meningkatkan posisi saat musim berakhir di Oktober nanti,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).



