Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, menjelaskan kalau langkah ini adalah upaya untuk menjaga kualitas lulusan vokasi. Beliau menekankan pentingnya akses informasi teknologi terbaru bagi sekolah binaan.
“Melalui Astra Honda Berbagi Ilmu, kami ingin memastikan bahwa siswa dan tenaga pengajar di SMK binaan mendapatkan pembaruan informasi yang relevan dengan perkembangan teknologi sepeda motor Honda. Ini menjadi langkah konkret dalam mendukung kesiapan lulusan vokasi agar lebih kompeten dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Benedictus.
Sinergi Industri demi Cetak SDM Unggul
Sinergi antara dunia usaha dan dunia industri (DUDI) memang jadi kunci utama kalau mau menciptakan lulusan yang siap pakai. Wahana dan AHM sadar betul kalau ekosistem pendidikan yang kuat bakal menguntungkan semua pihak dalam jangka panjang.
Melalui inisiatif Sinergi Bagi Negeri (SBN), program ini konsisten membangun jembatan antara kurikulum sekolah dan standar operasional di industri otomotif. Hasilnya, siswa nggak cuma paham cara bongkar pasang mesin, tapi juga punya mental profesional.
Benedictus juga menambahkan bahwa tantangan di dunia kerja saat ini menuntut adaptasi yang super cepat dari para pencari kerja. Itulah alasan mengapa pembaruan kompetensi secara berkelanjutan di bidang roda dua menjadi sangat krusial.
“Sinergi antara Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menjadi kunci dalam menciptakan SDM unggul. Kami percaya bahwa melalui program vokasi seperti ini, siswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.






