Biasakan melihat spion, membaca pergerakan kendaraan sekitar, dan hindari memotong jalur lalu langsung mengerem.
Penerapan etika ini sejalan dengan semangat #Cari_aman, di mana keselamatan menjadi tanggung jawab bersama.
“Pengereman yang baik harus dilakukan dengan tenang, bertahap, serta menggunakan kombinasi rem depan dan belakang agar motor tetap terkendali,” jelas Agus Sani.
Melalui edukasi berkelanjutan, WMS terus mendorong pengendara memahami bahwa keselamatan berkendara bukan hanya soal keahlian, tetapi juga etika.
Dengan menerapkan etika mengerem sepeda motor yang benar, pengendara di Jakarta–Tangerang diharapkan bisa menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.
Karena pada akhirnya, keselamatan bukan soal siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling peduli. #Cari_aman sekarang dan seterusnya.






