Menanggapi hal itu, tim akan melakukan intervensi langsung berupa instalasi tandon air dan sistem penampungan air hujan. Pembangunan jaringan pipa distribusi serta renovasi fasilitas sanitasi di sekolah juga menjadi agenda prioritas dalam perjalanan ini.
Para peserta nantinya akan turun langsung meninjau lokasi sumber air dan berdialog secara hangat dengan warga setempat. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Ketua GSrek Indonesia Jakarta Chapter, Hendra Saputra, menegaskan bahwa isu air bersih adalah persoalan krusial yang harus segera ditangani. Menurutnya, ketersediaan air bersih akan sangat memengaruhi kualitas hidup dan waktu belajar anak-anak di sana.
“Ketika kita berbicara tentang air bersih, ini bukan sekadar infrastruktur, tapi tentang waktu, kesehatan, dan kesempatan anak-anak untuk belajar dengan lebih baik. Di beberapa tempat, air menjadi hal yang harus diperjuangkan setiap hari,” ujar Hendra Saputra.
Dukungan Pendidikan untuk Generasi Emas Sumba
Selain infrastruktur air, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama dalam rangkaian kunjungan ke tiga sekolah di Sumba. Peserta akan berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru di SD Negeri Ndata, SLB Negeri Loura, serta SD Inpres Pantai Rua.
Sebanyak 238 murid dan puluhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah tersebut akan menerima bantuan perlengkapan belajar yang lengkap. Pemberian alat tulis ini bertujuan untuk menunjang semangat belajar mereka yang tetap tinggi meski di tengah keterbatasan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghapus hambatan akses bagi anak-anak Sumba dalam meraih cita-cita mereka. Dukungan bagi para guru juga disalurkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik di wilayah terpencil.






