Tardozzi mengaku heran karena biasanya pembalap sering melebar ke area tersebut tanpa mengalami kerusakan separah itu.
“Ini murni nasib buruk, karena banyak pembalap lain yang keluar jalur di sana tapi tetap aman-aman saja,” ungkapnya santai.
Pihak Ducati sendiri sudah memastikan bahwa tidak ada kesalahan strategi atau teknis dari sisi motor selain kerusakan fisik akibat benturan tersebut. Kejadian ini sekaligus memutus rekor impresif Ducati yang selalu naik podium dalam 88 balapan terakhir sejak 2021.
Cuaca Panas Buriram Jadi Biang Kerok Pelek Melunak
Piero Taramasso dari Michelin ikut memberikan pandangan menarik terkait fenomena pelek pecah yang dialami Marc Marquez dan beberapa pembalap lain. Menurutnya, suhu udara yang sangat ekstrem di Thailand membuat material logam pada pelek menjadi lebih lunak dari biasanya.






