Dari puluhan peserta tersebut, terpilih 6 sekolah terbaik yang berhak memaparkan karya, proses pengembangan, dan manfaat proyek mereka secara daring via Zoom.
Setelah penilaian ketat, nama Muhammad Kika Febriyansyah dari MAN Insan Cendekia Serpong keluar sebagai Terbaik 1 lewat karya inovatif berjudul “Aruna”.
Sementara posisi Terbaik 2 diraih Quenza Akila Wijaya dari SMA Global Mandiri Jakarta dengan karya “Kopi Bersih”, disusul Arretha Adiwarman dari SMA Bakti Mulya 400 sebagai Terbaik 3 lewat karya “Obat Infeksi Kulit”.
“Melalui AHM Best Student, kami berikan ruang bagi pelajar SMA/sederajat untuk mengembangkan gagasan untuk menghasilkan karya yang bisa berdampak dan bermanfaat. Pengalaman ini juga dapat menjadi bekal bagi mereka untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan serta masyarakat,” ucap Chief of Corporate Affairs WAG, Michael Soekamto.
Ajang ini terbukti menjadi wadah berkelanjutan bagi para pelajar untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan nyata di tengah masyarakat.
Langkah Mantap Menuju Panggung Nasional
Usai menjuarai tingkat regional, Muhammad Kika Febriyansyah siap melangkah membawa nama WMS ke ajang pertarungan tingkat nasional.
Perjuangan berlanjut melalui seleksi nasional berupa presentasi daring yang dijadwalkan berlangsung dari 21 September hingga 2 Oktober 2026.
Tak hanya bertanding, para finalis juga bakal digembleng dalam sesi bootcamp pada 22–23 September 2026 untuk mematangkan gagasan serta mengasah kemampuan presentasi.
Tahapan krusial berikutnya adalah Presentasi Final dan Penilaian Video Karya yang dilaksanakan secara online pada 12–26 Oktober 2026.
Melalui persiapan matang ini, WMS optimistis jagokannya mampu bersaing ketat dan menembus posisi Top 3 di tingkat nasional.
“Kami berharap kesempatan di tingkat nasional dapat menjadi pengalaman berharga untuk terus berkarya. Target kami tentu perwakilan WMS masuk tiga besar nasional, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses ini dapat mendorong mereka untuk terus berkarya dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” lanjut Michael Soekamto.
Semangat inovasi para siswa ini menjadi bukti nyata komitmen Sinergi Bagi Negeri (SBN) dalam mendukung dunia pendidikan dan memberi ruang bagi Gen Z untuk terus berkontribusi bagi bangsa.



