Penampilan impresif “El Dablek” ini terasa sangat spesial jika melihat posisi start-nya yang berada di urutan ke-28 alias paling buncit. Masalah teknis saat sesi Superpole di hari Sabtu sempat membuatnya harus berjuang ekstra keras dari barisan belakang.
Perjuangan Aldi Satya Mahendra WorldSSP 2026 Australia dari Posisi Buncit
Meski memulai balapan dari posisi paling belakang, Aldi langsung tancap gas dan merangsek ke posisi 10 besar hanya dalam satu lap pembuka. Ketangguhan pembalap asal Jogja ini kembali teruji saat ia berhasil naik lagi ke posisi keenam pada putaran berikutnya.
Memasuki lap ketiga, penonton dibuat melongo karena posisi Aldi sudah melesat jauh hingga menempati urutan ketiga. Ia bahkan sempat memimpin jalannya balapan dan dibuntuti ketat oleh Arenas serta Can Oncu di belakangnya.
Posisi terdepan yang ditempati Aldi bertahan selama dua lap sebelum akhirnya disalip oleh Albert Arenas pada lap ke-15. Balapan sendiri berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup menantang karena lintasan diguyur gerimis dan cukup basah.
Menariknya, duo rider BLU CRU Yamaha Racing ini memilih nekat tidak melakukan pitstop sama sekali meski tetap menggunakan ban kering. Keputusan berani tersebut terbukti jitu karena mereka mampu menguasai jalannya lomba hingga garis finis.
Sejarah Baru Bagi Dunia Balap Indonesia
Kemenangan ini menjadi sangat berarti karena merupakan podium perdana Aldi di kelas WorldSSP sejak ia bergabung pada tahun 2025 lalu. Aldi juga tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil naik podium di ajang bergengsi WorldSSP.






