Kompetisi ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman antar pengajar dari berbagai pelosok wilayah.
Tiga Pendidik Hebat Siap Harumkan Nama Jakarta-Tangerang di Kancah Nasional
Tahapan seleksi regional akhirnya menetapkan tiga nama guru terbaik yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Posisi juara pertama diraih oleh Iin Aulia, M.Pd. dari MTsN 19 Jakarta Selatan dengan gagasan cemerlangnya.
Menyusul di posisi kedua ada Dwi Anik Maritasari, S.Pd. dari SLB Negeri 5 Jakarta yang tampil inspiratif.
Sementara itu, posisi ketiga sukses diamankan oleh Umi Nurul Muqsithunafi, H., S.Pd. dari SMP Negeri 2 Jayanti.
Strategi Matang WMS Antar Perwakilan Menembus Jajaran Top 10 Nasional
Tim Corporate Social Responsibility (CSR) WMS langsung gerak cepat memberikan pendampingan intensif bagi ketiga finalis tersebut.
Bentuk dukungan nyata diberikan melalui sesi webinar khusus dan proses revisi makalah agar materi semakin tajam.
Pendampingan ini bertujuan menyempurnakan gagasan sekaligus mematangkan persiapan mental menghadapi penjurian tingkat nasional.
Seluruh rangkaian penilaian tingkat nasional rencananya akan diumumkan secara resmi pada 14 November 2026 mendatang.
Langkah Konkret Wujudkan Pendidikan Indonesia yang Semakin Berkualitas
Michael Soekamto kembali menegaskan target besar agar seluruh perwakilan WMS mampu menembus jajaran Top 10 Nasional.
Ia berharap kesempatan emas ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para guru untuk terus mengasah kemampuan diri.
Baginya, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi, melainkan sebuah gerakan bersama untuk membawa inovasi pendidikan ke level lebih tinggi.
Semangat Sinergi Bagi Negeri terus digaungkan untuk memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
“Kami berharap ketiga perwakilan WMS dapat melangkah hingga Top 10 Nasional. Kami juga mendukung persiapan mereka melalui pendampingan yang telah disiapkan. Bagi kami, kesempatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan, berbagi pengalaman, dan membawa inovasi pembelajaran ke tingkat yang lebih luas,” ujar Michael Soekamto.



