Pembalap asal Spanyol ini resmi didiskualifikasi dari Grand Prix Thailand, Brasil, AS, dan juga Spanyol. Keempat balapan tersebut merupakan sirkuit di mana mesin pertama yang bermasalah itu digunakan bertanding.
Drama ternyata belum selesai sampai di situ karena kecurigaan pengawas balapan terus berlanjut. Saat akhir pekan balapan di Mugello, tim Leopard Racing kembali diminta menyerahkan beberapa mesin mereka.
Penemuan Mesin Kedua yang Dimanipulasi
Pihak pabrikan mesin kemudian memeriksa kondisi segel saat mesin-mesin tersebut diserahkan oleh kru tim. Benar saja, petugas kembali melihat adanya bukti manipulasi pada kawat maupun stiker segel mesinnya.
Mesin kedua yang mencurigakan ini langsung diangkut ke ajang balap berikutnya dengan pengawasan super ketat. Di sana, mesin dibuka oleh pabrikan di bawah pengawasan langsung dari sang Direktur Teknis.
Prosedur pembedahan ini akhirnya mengidentifikasi berbagai anomali atau keanehan yang ada di dalam komponen. Berbagai bukti kuat itu menunjukkan bahwa mesin kedua ini juga telah dimodifikasi dan dibuka.
Lagi-lagi, pelanggaran teknis ini membuat mesin kedua Fernandez dianggap sebagai mesin baru dalam alokasi. Akibatnya, Steward kembali menjatuhkan hukuman diskualifikasi tambahan dari GP Prancis dan juga GP Catalunya.
Hukuman bertubi-tubi ini langsung menghancurkan posisi Fernandez dalam perebutan gelar juara dunia Moto3. Kini, dirinya tercatat hanya mengantongi total 13 poin saja dari hasil balapan di GP Italia.
Kehilangan poin masal ini membuatnya terlempar jauh dari posisi ketiga klasemen sementara Moto3. Adrian Fernandez sekarang harus rela merosot drastis hingga ke bagian bawah posisi 20 besar.






