Musim depan juga dipandang sebagai masa transisi penting, mengingat regulasi teknis baru MotoGP akan mulai berlaku pada 2027. Regulasi tersebut mencakup penggunaan mesin 850 cc empat silinder segaris, yang menuntut pengembangan motor secara total dari nol.
Pada April 2024, Quartararo sempat memperpanjang kontraknya dengan Yamaha. Saat itu, pembalap asal Nice tersebut mengaku percaya pada komitmen Yamaha untuk meningkatkan investasi proyek MotoGP demi mengejar ketertinggalan dari Ducati.
Memang, Yamaha menepati janji soal peningkatan dana dan upaya pengembangan. Namun di lintasan, hasilnya belum cukup meyakinkan. Performanya dinilai stagnan, dan kesabaran Quartararo pun akhirnya habis.
Situasi ini diperparah oleh perubahan struktur manajemen Yamaha. Mundurnya Lin Jarvis di akhir 2024 dan masuknya Paolo Pavesio membawa dinamika baru yang tidak sepenuhnya cocok dengan Quartararo.
“Saya tidak banyak berbicara dengan Pavesio. Saya lebih sering berdiskusi dengan para insinyur di pit,” ujar Quartararo dalam wawancaranya dengan Motorsport.com pada akhir 2025 di Australia.
Honda Gaet Fabio Quartararo untuk MotoGP 2027, Siapa Rekannya?
Dengan kabar Honda gaet Fabio Quartararo MotoGP 2027, perhatian kini beralih ke siapa yang akan menjadi tandemnya di tim pabrikan Honda. Kontrak Joan Mir dan Luca Marini sama-sama berakhir pada penghujung 2026.






