Para instruktur Safety Riding Astra Honda mempresentasikan metode edukasi berbasis miniatur lalu lintas yang interaktif.
Melalui miniatur tersebut, anak-anak diajak memahami situasi berkendara secara visual dan menyenangkan. Metode ini juga dilengkapi pendekatan dua arah, sehingga anak tidak hanya mendengar, tetapi ikut berinteraksi langsung dalam proses pembelajaran.
Tak hanya itu, inovasi lainnya juga menyentuh materi penting seperti teori berkendara berboncengan yang aman serta pengenalan bahaya blind spot kendaraan.
Ketiga metode edukasi ini dikemas secara sederhana dan fun, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak usia dini.
Hasilnya, anak-anak tidak hanya mengenal rambu lalu lintas, tetapi juga memahami cara berlalu lintas yang benar.
Edukasi sejak dini ini diharapkan mampu membentuk karakter patuh aturan, meningkatkan kesadaran keselamatan, sekaligus menekan risiko kecelakaan di masa depan.
“Terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan apresiasi pada ajang ini. Prestasi ini mendorong kami untuk terus konsisten menghadirkan inovasi baru demi mendukung edukasi keselamatan berkendara di Indonesia,” ujar Zakky.
Bersaing dengan 7 Negara Asia-Oceania
Asia-Oceania Safety Innovative Concept 2026 diikuti oleh tujuh negara lainnya, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, India, dan Taiwan.






