Momen intim ini bikin masyarakat seni Bali merasa dihargai karena atlet kelas dunia mau terjun langsung mempelajari detail tarian kolosal tersebut. Joan Mir, juara dunia GP 2020, mengaku sangat terkesan dengan keramahan orang-orang Bali serta keunikan tarian yang mereka pelajari.
Joan sempat bercerita kalau dirinya sangat menikmati setiap detik waktunya di sini di tengah jadwal MotoGP yang sangat padat. Baginya, kebudayaan Bali sangat menarik dan orang-orangnya punya vibes yang sangat positif serta baik hati.
Interaksi ini bukan cuma sekadar tontonan, tapi menjadi bukti nyata kalau seni bisa menyatukan siapa saja tanpa memandang profesi. Para penari Kecak pun terlihat senang bisa berbagi panggung dadakan dengan dua idola lintasan balap tersebut.
Ikut Bikin Ogoh-ogoh di Banjar Kaja Sesetan
Keseruan berlanjut di hari kedua saat Joan dan Luca mengunjungi Banjar Kaja Sesetan untuk melihat proses pembuatan patung raksasa alias Ogoh-ogoh. Didampingi pebalap AHRT seperti Herjun Atna hingga M Badly, mereka tampak terkesima dengan detail kerajinan patung kertas yang luar biasa besar tersebut.
Tak cuma menonton, Joan dan Luca juga sempat turun tangan membantu para seniman menyempurnakan bagian-bagian kecil dari Ogoh-ogoh yang akan dipamerkan saat Nyepi nanti. Mereka terlihat sangat fokus memperhatikan setiap detail konstruksi patung yang dibuat dengan penuh ketelitian oleh warga lokal.
Luca Marini yang identik dengan nomor motor 10 ini memuji tradisi Bali yang menurutnya sangat fantastis dan penuh dedikasi. Ia merasa sangat terhormat karena warga mau menjelaskan secara mendetail tentang makna di balik karya seni raksasa yang sedang dibuat.






