Rahasianya ternyata terletak pada kolaborasi canggih dari 27 unit sensor berpresisi tinggi yang bekerja secara bersamaan secara real-time.
Rangkaian sensor tersebut terdiri dari 3 radar gelombang millimeter, 11 kamera pengawas sekeliling kendaraan, 12 radar ultrasonik, hingga 1 unit LiDAR DToF.
Penggabungan seluruh perangkat keras pintar ini berhasil menciptakan ruang penglihatan 360 derajat di sekeliling bodi mobil tanpa menyisakan titik buta (blind spot) sedikit pun.
Berkat keunggulan sensor-sensor tersebut, sistem kendaraan sanggup membaca serta merespons dinamika lalu lintas sekitar dengan sangat akurat meskipun di area padat.
Saat berada di ruang parkir basement yang minim cahaya, peran sensor LiDAR DToF menjadi sangat vital untuk mendeteksi halangan tersembunyi seperti anak kecil atau kendaraan lain.
Guna menjamin keamanan penuh, kecepatan laju kendaraan saat mode SIVP aktif sengaja dibatasi maksimal 10 km/jam agar sistem punya jeda waktu merespons situasi mendadak.
Tak hanya itu, perwakilan dari OMODA & JAECOO menegaskan ketangguhan sistem ini yang telah diuji di berbagai kondisi ekstrem.
“SIVP juga sudah diuji untuk tetap bekerja normal di kondisi cuaca ekstrem, mulai dari suhu tinggi sampai hujan deras,” ungkap tim OMODA & JAECOO di lokasi acara.
Respon Positif Pengunjung GIIAS 2026
Aksi nyata sistem SIVP di lapangan sukses menjawab rasa penasaran publik yang sebelumnya hanya bisa melihat teknologi parkir otomatis lewat tayangan video promosi.
Melihat secara langsung sebuah mobil bergerak sendiri tanpa ada pengemudi di balik kemudi tentu memberikan sensasi takjub yang sangat berbeda bagi para pengunjung.
Keberhasilan SIVP dalam melintasi ketatnya area parkir sungguh yang dipenuhi lalu-lalang orang dan kendaraan lain berhasil memberikan impresi yang sangat positif.
Melalui perkenalan fitur inovatif ini, OMODA & JAECOO membuktikan komitmen seriusnya dalam memahami dan memberikan solusi konkret atas permasalahan harian para pengendara di Indonesia.
Namun perlu diingat, SIVP pada dasarnya merupakan fitur berkendara berbantuan (assisted driving) dan bukanlah pengganti peran pengemudi sepenuhnya.
Oleh karena itu, pengemudi diimbau untuk selalu waspada serta siap mengambil alih kendali kemudi kapan saja saat fitur ini diaktifkan.
Pastikan pula koneksi internet ponsel Anda dalam keadaan stabil dan mobil berada di area parkir khusus yang terpisah dari jalur lalu lintas umum sebelum mengaktifkan fitur SIVP.



