Pada model terkait, pemeriksaan sesuai jadwal dapat dilakukan setiap kelipatan 8.000 kilometer, sekaligus dengan evaluasi kondisi komponen dan pembersihan ruang CVT.
Sementara itu, penggantian v-belt sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan untuk masing-masing tipe motor, bukan semata-mata berdasarkan jarak tempuh atau perkiraan pemilik kendaraan.
3. Gunakan Suku Cadang Orisinal Sesuai Spesifikasi
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan v-belt perlu diganti, konsumen disarankan menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) yang sesuai dengan spesifikasi sepeda motornya.
Pemilihan komponen yang tepat penting untuk menjaga kesesuaian ukuran dan karakteristik transmisi agar penyaluran tenaga tetap bekerja sebagaimana mestinya.
Selain mengganti v-belt, mekanik juga perlu memeriksa komponen CVT lainnya untuk memastikan tidak ada bagian yang mengalami keausan atau kerusakan.
Dengan penanganan yang tepat, risiko gangguan pada sistem transmisi dapat diminimalkan sehingga motor tetap nyaman dan andal digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
WMS Imbau Pengendara Rutin Periksa CVT di AHASS
Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan perubahan suara maupun respons sepeda motor ketika digunakan.
“Pengendara perlu memperhatikan perubahan suara dan respons sepeda motor saat digunakan. Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan serius,” ujar Wahyu Budhi.
WMS mengimbau konsumen untuk melakukan perawatan berkala di bengkel resmi AHASS yang didukung mekanik terlatih, peralatan sesuai kebutuhan, serta penggunaan suku cadang Honda Genuine Parts.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan sesuai standar Honda, kondisi CVT dan komponen pendukungnya dapat dievaluasi dengan lebih tepat sehingga potensi gangguan bisa diketahui sejak dini.
Konsumen juga bisa memanfaatkan fitur booking servis melalui aplikasi WANDA agar kunjungan ke bengkel dapat direncanakan dengan lebih praktis.
“Perawatan CVT sebaiknya dilakukan sesuai jadwal dan ditangani oleh mekanik yang kompeten. Dengan pemeriksaan menyeluruh serta penggunaan suku cadang orisinal, konsumen dapat menjaga kondisi sepeda motor agar tetap nyaman dan andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” tutup Wahyu Budhi.
Pada akhirnya, menjaga kondisi v-belt bukan hanya soal mempertahankan performa motor matic, tetapi juga membantu mengurangi risiko gangguan ketika kendaraan digunakan untuk beraktivitas.
Karena itu, jangan menunggu motor kehilangan tenaga atau mogok di jalan untuk memeriksa CVT, sebab perawatan berkala menjadi salah satu langkah penting agar sepeda motor tetap nyaman dan siap digunakan setiap hari.



