Selain itu, Reagan menjelaskan, langkah perusahaan merilis Selis Bromo juga untuk mengembangkan pasar kendaraan listrik di Indonesia dan mendukung upaya pemerintah dalam mendorong transisi ke energi terbarukan. Hadirnya Selis Bromo juga sebagai strategi perusahaan dalam memperluas pasar baru secara global.
Saat ini, pemerintah Indonesia menargetkan pada kurun 2021-2025 terdapat 400.000 mobil listrik dan 1,7 juta motor listrik dapat beroperasi demi melakukan transisi ke energi terbarukan dan mencapai netral karbon atau net zero emission pada 2060. Pada 2035, pemerintah juga berharap jumlah kendaraan listrik bertambah lagi menjadi 5,7 juta unit mobil listrik dan 46,3 juta motor listrik.
“Dengan Selis Bromo, kami memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik sesuai kebutuhan dan daya beli,” jelas Reagan.
Secara spesifikasi, Selis Bromo bisa mendukung perjalanan hingga 100 kilometer (km) dan kuat membawa beban dengan total 300 kilogram (kg). Kecepatan yang bisa dicapai yakni 40 km/jam, menggunakan disc motor with differential gear 1.000 W, baterai Lithium 60 V 100 Ah, dengan maksimal pengisian 6 Jam dan menggunakan ban jenis tubeless.






