Meskipun gagal meraih kemenangan perdana karena sedikit blunder, Diggia tetap merasa bangga dengan kerja keras seluruh kru mekanik Tavullia. Kecepatan yang ia tunjukkan sejak lap pertama membuktikan bahwa motor Desmosedici miliknya sudah sangat kompetitif untuk bersaing di barisan depan.
“Ini adalah hari yang hampir sempurna! Meraih pole position dan kemudian memimpin hampir sepanjang balapan sungguh luar biasa,” ungkap Fabio Di Giannantonio dengan penuh semangat.
Pembalap bernomor start 49 ini juga menambahkan bahwa fokus utamanya untuk balapan besok adalah pemilihan ban belakang yang tepat. Ia sangat optimistis bisa kembali naik podium jika mampu menjaga manajemen ban dengan baik sejak lampu start padam.
Nasib Kurang Beruntung Franco Morbidelli di Kandang
Berbeda dengan rekan setimnya, Franco Morbidelli justru harus menjalani hari Sabtu yang cukup menguras emosi dan tenaga. Memulai balapan dari posisi ke-15, pembalap berdarah Italia-Brasil ini kesulitan untuk merangsek naik ke barisan poin di depan.
Franky mengaku kendala utama yang ia hadapi adalah performa ban baru yang kurang maksimal saat digunakan pada sesi kualifikasi. Meskipun sempat menunjukkan pace yang lumayan di putaran-putaran akhir, ia hanya mampu menyentuh garis finis di urutan ke-16.
Pembalap bernomor 21 ini melihat ada sisi positif dari segi start yang kini terasa jauh lebih baik dibandingkan seri sebelumnya di Thailand. Namun, ia menyadari bahwa memulai balapan dari barisan kelima selalu memberikan risiko terjebak dalam kepadatan rombongan pembalap lain.
Saat ini Morbidelli masih tertahan di posisi sepuluh klasemen dunia dengan raihan 8 poin dan berharap ada keajaiban di balapan utama. Tim mekanik kabarnya akan melakukan beberapa perubahan pada pengaturan motor agar Franky bisa tampil lebih agresif di hari Minggu.






