Rinciannya terdiri dari 36 siswa dan guru SMA sederajat dari 6 Safety Riding Lab Astra Honda yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, ada juga 9 mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Jember, serta 8 guru PAUD tangguh dari Medan, Yogyakarta, dan Karawang.
“Saya bersyukur dapat mengikuti Safety Riding Camp dan mendapatkan kesempatan belajar bersama para duta dari berbagai daerah. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat untuk menginspirasi lebih banyak masyarakat agar berkendara dengan aman,” ujar Nicholas Larhaine Prayitno Putro dari Universitas Jember yang merupakan salah satu peserta SRC 2026.
Bukan Cuma Teori, Tapi Asah Skill Praktis yang Interaktif
Selama tiga hari penuh di sana, para duta keselamatan ini benar-benar digembleng dengan berbagai materi yang sangat aplikatif dan menantang. Mereka nggak cuma diuji soal teori di atas kertas saja, melainkan langsung mempraktikkan teknik berkendara yang aman dan benar.
Menariknya lagi, para peserta juga diajarkan bagaimana caranya memprediksi potensi bahaya yang sering kali muncul tiba-tiba di jalan raya. Supaya makin seru, mereka juga mencoba langsung simulator canggih Honda Riding Trainer (HRT) untuk mengasah kepekaan berkendara.
Nggak ketinggalan, kemampuan komunikasi publik mereka ikut diasah tajam lewat pelatihan khusus public speaking sebagai seorang edukator handal. Bahkan, para peserta juga dibekali dengan ilmu penting mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai tindakan darurat.
Khusus untuk kategori guru PAUD, metode pembelajarannya dibikin unik dan kreatif lewat cara mendongeng yang disukai anak-anak. Langkah ini sengaja diambil supaya pesan penting tentang keselamatan di jalan raya bisa tertanam kuat sejak usia sedini mungkin.
Apresiasi Juara dan Dampak Nyata untuk Generasi Masa Depan
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka, Yayasan AHM memberikan apresiasi spesial kepada para peserta terbaik di akhir acara. Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi booster semangat bagi mereka untuk terus menyebarkan virus positif keselamatan berkendara.
Namun, esensi utama dari acara ini sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar mencari siapa yang menjadi juara di akhir kompetisi. Melahirkan masyarakat yang makin peduli dan mau mempraktikkan gaya berkendara aman secara nyata di jalanan adalah gol utamanya, seperti yang disampaikan oleh Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin.
Semangat menyebarkan pesan kebaikan ini juga terus diperluas ke jaringan Sekolah Satu Hati binaan AHM yang melibatkan 43 siswa dan guru SMA. Mereka diproyeksikan menjadi agen perubahan baru yang tidak hanya paham aturan, tapi juga aktif mengajak orang lain buat ikut peduli.
Langkah nyata ini terbukti efektif karena sampai sekarang para Duta Keselamatan Berkendara Astra Honda sudah mengedukasi lebih dari 11.857 orang. Lewat dunia digital, mereka juga sukses memproduksi 600 konten edukatif sejak 2025 yang meraup lebih dari 519.819 tayangan.
“Setiap duta keselamatan berkendara memiliki peran sebagai agen perubahan di lingkungannya. Karena itu, kami terus memperkuat kompetensi mereka agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Semangat Sinergi Bagi Negeri kami wujudkan dengan menghadirkan edukasi keselamatan melalui berbagai metode yang mudah diakses dan dimengerti sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Muhib.



