Aktualisasi dari kegiatan sosial yang dimaksud dapat berupa penyerahan donasi “sedekah” setiap riding . Dijelaskan juga oleh Adam setidaknya setiap perjalanan mereka ada satu masjid atau satu panti asuhan yang menerima kebutuhannya.
Bahkan saat Mang Adam dilantik oleh Mang Dani Nurahman, Sekjen RoRI Jawa Barat serta serah terima dari Deputy Marshall Alfred Pepeto ada kegiatan sosial berupa santunan kepada Panti Yatim Ad Infitium Bandung.
Anggota komunitas RoRI Bandung terdiri dari banyak profesi dan latar belakang yang berbeda. Menariknya dalam komunitas semua itu ditanggalkan.
Semua itu diterapkan untuk melindungi hati, saat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dan naik sama-sama bergembira.
Tidak lupa setiap perjalanan mereka akan mengutamakan untuk mensupport dan membantu pelaku UMKM di lokasi yang dilalui.
Komitmen lain yang Adam canangkan sebagai Deputy Marshall RoRI Bandung adalah menjaga sejarah RoRI Bandung. Dirinya yakin tanpa adanya para pendiri dan sesepuh, mereka tidak dapat berdiri tegak.
Maka dari itu dalam kesempatan pemilihan pimpinan yang baru dibacakan juga sejarah RoRI Bandung oleh Mang Oga Camat. Hadir juga pendiri RoRI Bandung, Gustavo RoRI Jakarta, dan Paranatas.
Tanpa adanya pengurus sebelumnya Adam berkata wadah mereka tidak akan seperti saat ini. Bahkan kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam RoRI Bandung tidak akan pernah ada.






