Tidak lupa setiap perjalanan mereka akan mengutamakan untuk mensupport dan membantu pelaku UMKM di lokasi yang dilalui.
Komitmen lain yang Adam canangkan sebagai Deputy Marshall RoRI Bandung adalah menjaga sejarah RoRI Bandung. Dirinya yakin tanpa adanya para pendiri dan sesepuh, mereka tidak dapat berdiri tegak.
Maka dari itu dalam kesempatan pemilihan pimpinan yang baru dibacakan juga sejarah RoRI Bandung oleh Mang Oga Camat. Hadir juga pendiri RoRI Bandung, Gustavo RoRI Jakarta, dan Paranatas.
Tanpa adanya pengurus sebelumnya Adam berkata wadah mereka tidak akan seperti saat ini. Bahkan kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam RoRI Bandung tidak akan pernah ada.
Semua itu terlepas dari takdir yang telah Allah azza wa jalla tetapkan lima puluh ribu tahun sebelum langit dan bumi diciptakan.
Ragam Kegiatan Komunitas Motor Klasik RoRI Bandung
Dalam waktu dekat yakni 26 Agustus 2023 RoRI Bandung akan berpartisipasi dalam Anniversary RoRI ke-7 di Gianyar, Bali.
Program tetapnya adalah setiap kali naik ada sedekah yang dikeluarkan untuk masjid atau panti asuhan.
Selaku anak motor setiap member akan mendapat pembekalan safety dan etika berkendara. Harapan dari Deputy Marshall adalah dirinya dan tim sebagai pelaku komunitas motor gede (Moge) dapat menciptakan image positif bagi pengguna ruang lalu lintas.
Dalam mendukung hal tersebut RoRI Bandung berkomitmen tidak akan arogan di jalan, mematuhi rambu lalu lintas, sopan, dan santunan di jalanan manapun yang dilalui.
Komitmen lain yang mulai diciptakan adalah setiap kegiatan riding, meski pun hanya dalam city journey management akan dikelola secara matang. Bahkan sudah memiliki tim touring sendiri.
Misi dari yang dilakukan adalah memulai safety riding dari hal terdekat serta mengutamakan zero accident.
Slogan kepengurusan yang dipimpin Mang Adam adalah Jaga Sejarah, Jaga Persaudaraan, Tong Rudet, Pirage Ulin jika dibahasa Indonesia kan kurang bermakna jangan ribet, ini cuma urusan main “riding, kumpul, dan kegiatan anak motor lainnya.***










