Menjelajahi area mesin, Ntie Chan menyematkan selang radiator biru terang dari Vietnam Parts serta berbagai aksesori pendukung dari WR3 hingga stang RZR demi handling yang kian presisi.
Upgrade Kaki-Kaki Premium dan Detail Aksesori Mewah
Sektor kenyamanan dan keamanan pengereman turut menjadi fokus utama gubahan pada area bawah kuda besi berpenampilan neo-retro ini.
Sistem penghela laju kini mengandalkan kaliper Brembo di kedua roda, dipadu piringan cakram WR3 320mm full floating di depan serta disc brake TDR di bagian belakang.
Tampilan racy juga makin kentara berkat penggunaan rantai RK Chain 480 Klo Black-Gold, gear set WR3, serta balutan ban Maxxis yang siap meliuk tajam di medan touring.
Guna melengkapi estetika penjelajahnya, sederet komponen aftermarket mewah seperti baut titanium WR3, spion Rizoma, master rem RCB S1, hingga knalpot Tridente F20 by 3tech Racing Evolution pun disematkan dengan rapi.
Langkah kustomisasi yang terarah ini membuktikan bahwa motor sport heritage Yamaha mampu menjadi wadah ekspresi yang fleksibel bagi siapa saja tanpa memandang gender.
“Sejak kehadiran, Yamaha XSR 155 menjadi pilihan yang menarik bagi para peminat motor sport disegmen neo retro dan heritage. Tidak hanya tampilan dan performanya, Yamaha XSR 155 pun turut menumbuhkan kultur dan skena modifikasi di kalangan para penggunanya. Tidak hanya laki-laki, namun para ladies pun juga banyak yang menjadi pengguna sekaligus memodifikasi motor mereka. Keunikan ini membuktikan bahwa Yamaha XSR 155 tidak hanya sekadar tampil sebagai sepeda motor, namun juga dapat menyediakan ruang kreasi yang universal dalam mengajak para penggunanya untuk mengeksplorasi jati diri mereka yang diterjemahkan ke dalam skena modifikasi sebebas mungkin dalam semangat “Born To Be Free,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg



