Bagi peserta yang berhasil lulus UKK Astra Honda, mereka berhak mengantongi sertifikat resmi yang kompetensinya diakui setara dengan mekanik Technical Training Level (TTL) 1 di bengkel resmi AHASS.
Kepala Sekolah SMKN 1 Kabupaten Sorong, Anetha Ludia Swabra, menyambut hangat dan penuh optimisme atas hadirnya program pembinaan vokasi ini di sekolahnya.
“Kami sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi SMK Mitra Binaan Astra Honda pertama di Papua Barat Daya. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi seluruh siswa dan guru untuk semakin bersemangat dalam kegiatan belajar-mengajar, terlebih dengan hadirnya berbagai fasilitas baru di sekolah kami,” ujar Anetha.
Komitmen AHM Terus Diperluas Melalui Jaringan SMK Binaan di Seluruh Indonesia
General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa perluasan program ini merupakan komitmen berkelanjutan dari perusahaan untuk memajukan kualitas pendidikan secara merata.
Penyiapan generasi muda yang terampil dan siap kerja menjadi fokus utama AHM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui tenaga kerja yang kompeten.
“Dengan peresmian hari ini, Provinsi Papua Barat Daya kini masuk dalam cakupan SMK Mitra Binaan AHM, menjadi yang ke-37 dari total 38 provinsi di Indonesia. Kami berharap dapat mengoptimalkan pemerataan kualitas pendidikan vokasi di Tanah Air agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di industri,” ungkap Muhibbuddin.
Bergabungnya SMKN 1 Kabupaten Sorong juga melengkapi lima SMK binaan lain yang telah melayani wilayah Pulau Papua.
Kini, total jaringan SMK Mitra Binaan AHM secara nasional resmi mencapai 716 sekolah hingga akhir September 2026, dengan 133 sekolah di antaranya berstatus TUK.
Secara keseluruhan, program vokasi ini memberikan manfaat nyata bagi lebih dari 100.000 siswa setiap tahunnya di berbagai daerah.
Sejak dimulai pada tahun 2010, AHM bersama jaringan main dealer Honda tidak pernah berhenti menyelaraskan Kurikulum TBSM Astra Honda dengan dinamika dunia industri.
Pengembangan terus dilakukan mulai dari pemenuhan perkakas praktik, unit motor peraga, simulator pendukung, hingga sertifikasi kompetensi para guru pengajar.



