Di sepanjang gelaran, XMAX dan NMAX memang kerap mendominasi panggung modifikasi berkat ubahan premium dengan biaya yang tak main-main.
Namun, di seri penutup di Banda Aceh justru muncul kejutan menarik: Lexi LX 155 milik M. Yasser sukses mencuri perhatian juri dan pengunjung berkat tampilan artistiknya.
Modifikasi Lexi LX 155 Buktikan Entry Level Bisa Menjadi Sorotan
Meski berada di segmen entry level, Lexi LX 155 tampil penuh gaya lewat konsep modifikasi yang matang. Hal itu pula yang mengantarkan motor milik M. Yasser menjadi Juara 1 kelas Super MAXI, sekaligus memastikan tiket menuju Grand Final di Jakarta pada Desember nanti.
“Meskipun entry level, Lexi LX 155 ternyata menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu skutik favorit para penghobi modifikasi. Sentuhan-sentuhan yang diberikan benar-benar artistik dan beda,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT YIMM.
Japan Look, Airbrush Full Body, dan Detail Artistik
Yasser mengusung konsep Japan Look dengan airbrush penuh pada seluruh bodi motor. Tema grafisnya terinspirasi dari helm pembalap MotoGP di seri Motegi—memadukan ilustrasi bunga mawar, bangunan tradisional Jepang, dan sosok Samurai yang digambar dengan goresan seni tingkat tinggi. Hasilnya? Lexi LX tampil seperti karya seni berjalan.
Kaki-Kaki Overhaul: Velg XMax, UPSD, hingga Cakram Ganda
Urusan kaki-kaki juga digarap serius. Velg XMax 15 inci, ban bertapak lebar, suspensi depan upside-down, mono-shock belakang, pengereman upgrade, sampai cakram ganda di roda depan—semuanya memakai part aftermarket premium. Selain bikin tampilan makin bengis, ubahan ini juga meningkatkan performa dan handling motor.
Setang T-MAX dan Pencahayaan Stylish
Bagian kokpit pun tak luput dari ubahan. Yasser mengganti setang dengan milik T-MAX, memberikan gaya berkendara ala cruiser big bike. Area lampu juga dipoles sederhana namun efektif lewat running light RGB dan billed pada stoplamp belakang.
Biaya Modifikasi: Hasil Super Maxi dengan Budget Efisien
Meski tampil di kelas Super Maxi yang identik dengan modifikasi mahal, Yasser justru mematahkan stigma tersebut. Total biaya modifikasinya hanya sekitar Rp40 jutaan, jauh lebih hemat dibanding peserta lain yang bisa tembus ratusan juta.






