Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, menegaskan pentingnya mengenali sinyal tubuh sendiri.
“Berkendara aman dimulai dari kemampuan kita mengenali kondisi diri sendiri. Ketika tubuh sudah memberikan tanda lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Berhenti dan beristirahat merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko di jalan,” ujar Agus Sani.
Edukasi ini semakin berbobot berkat pemaparan dari Kanit Lantas Polsek Metro Karawaci, Iptu Alex Rusman, S.H., M.M., yang membeberkan gambaran nyata kondisi kecelakaan lalu lintas di lapangan.
Seluruh peserta diajak untuk selalu patuh pada peraturan lalu lintas, disiplin memakai perlengkapan berkendara, menjaga fokus, serta tidak mengambil keputusan berisiko di jalan raya.
Antara Efek Kafein dan Keselamatan Berkendara Generasi Muda
Daya tarik acara ini makin bertambah dengan hadirnya guest speaker ahli kopi yang mengupas tuntas jenis, manfaat, hingga dampak kopi bagi tubuh.
Pembahasan ini terasa sangat relevan karena kebiasaan anak muda dan mahasiswa masa kini yang gemar minum kopi untuk menjaga stamina harian.
Meski kopi bisa menyegarkan pikiran, efek kafein tidak bisa dijadikan tolok ukur utama apakah seseorang masih layak dan aman untuk terus berkendara.
Ketika fisik sudah tidak memungkinkan, solusi paling ampuh dan bijak yang harus diambil pengendara tetaplah menepi untuk beristirahat sejenak.
Agus Sani kembali mengingatkan para peserta agar tidak salah mengartikan efek minuman berkafein tersebut saat berada di jalan.
“Ngopi boleh tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh. Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara. Kenali kondisi tubuh dan pilih keputusan yang paling aman,” tambah Agus Sani.
Selain menyimak materi, peserta juga diuji pemahamannya melalui sesi pre-test dan post-test guna mengukur sejauh mana penyerapan materi edukasi tersebut.
Tak ketinggalan, ada challenge membuat konten media sosial agar pesan keselamatan ini bisa disebarkan lebih luas ke lingkungan teman sebaya mereka.
Menjadikan #Cari_Aman Sebagai Gaya Hidup Anak Muda
Rangkaian acara edukatif ini ditutup manis dengan sesi sharing serta penguatan jargon #Cari_Aman bagi seluruh peserta yang hadir.
Melalui pendekatan ini, generasi muda diharapkan bisa menjadikan keselamatan lalu lintas sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehari-hari.
Sebab, perjalanan yang sukses bukan cuma tentang sampai di tempat tujuan dengan cepat, melainkan bagaimana kita bisa mempersiapkan diri dengan matang.
Mengenali batas kemampuan diri dan mengambil keputusan tepat di jalan adalah kunci utama agar mimpi besar kita bisa sampai ke tujuan dengan selamat.



