Cakupan EEP tidak terbatas pada lingkungan SMK saja, melainkan merangkul berbagai lapisan masyarakat seperti kelompok disabilitas, warga binaan pemasyarakatan, nelayan, hingga para santri.
Hingga kini, tercatat lebih dari 7.284 wirausahawan telah menerima pelatihan intensif, dengan manfaat program yang dirasakan oleh lebih dari 82.000 warga di seluruh penjuru Indonesia.
“Program ini bukan sekedar meningkatkan kemampuan teknis. Kami ingin keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri dan melayani kebutuhan di sekitarnya. Karena itu, selain peningkatan kapasitas kami juga memberikan pendampingan terkait pengelolaan bengkel, pemasaran, sampai bagaimana mengembangkan usaha dan melayani pelanggan,” jelas Rika.
Langkah strategis ini menerapkan konsep Creating Shared Value (CSV), di mana peningkatan taraf ekonomi warga berjalan selaras dengan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Pendapatan fantastis ratusan bengkel binaan tersebut disokong oleh penjualan pelumas Pertamina Enduro, penyediaan spare part, serta jasa perawatan kendaraan roda dua.
Perebutan Juara di Ajang Enduro Skill Contest 2026 Kembali Bergulir
Panggung pembuktian bagi para talenta muda otomotif siap kembali digelar melalui Enduro Skill Contest (ESC) 2026.
Sebanyak 13 SMK terpilih dari total 55 sekolah binaan PTPL siap bersaing ketat pada 30 September–1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Terdapat tiga kategori utama yang diperlombakan tahun ini, mencakup Dutapreneur (uji strategi bisnis), Social Media Competition, serta Mechanical Skill (keahlian teknis perbengkelan).
Sama seperti edisi sebelumnya, pemenang kompetisi ini akan diajak menyaksikan dari dekat kesibukan tim balap internasional pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bulan Oktober mendatang.
Langkah berkesinambungan ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina Lubricants dalam mencetak generasi muda yang mandiri, kompeten, dan siap bersaing di industri otomotif masa depan.



