Mesin “Sherpa” 452cc silinder tunggal berpendingin cairan (DOHC) pada motor ini mampu menghasilkan tenaga 40 HP dan torsi 40 Nm. Spesifikasi tersebut sangat mumpuni untuk menjaga ritme berkendara di jalan menanjak tanpa membuat mesin cepat panas.
“Jalur pegunungan yang dipenuhi tanjakan dan turunan cukup curam, mampu dilalui tanpa ada sedikitpun kendala,” ungkap Tim Liputan Mudik 2026 Jurnalbikers.com saat menceritakan pengalamannya.
Performa Royal Enfield Himalayan 450 di Medan Berat
Selain mesin yang bertenaga, kenyamanan suspensi Showa USD 43mm pada Himalayan 450 membuat guncangan di jalan bergelombang jadi tidak terasa. Fitur ABS switchable juga memberikan keamanan ekstra saat kita harus melakukan pengereman mendadak di jalanan yang licin atau berpasir.
Keunggulan lain yang sangat membantu adalah panel instrumen TFT yang sudah terintegrasi dengan navigasi Google Maps secara langsung. Kamu tidak perlu lagi khawatir tersesat atau repot mengecek ponsel di tengah jalan saat mencari arah menuju Purbalingga.
Motor ini menawarkan peningkatan performa yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan model 411cc pendahulunya, baik di aspal maupun jalur off-road. Kecepatan tertingginya yang mencapai 140 km/jam membuat perjalanan di jalur lurus Banjarnegara menuju Purwokerto terasa lebih singkat.






