Di sela-sela jadwal riding yang padat, Om Daeng menyempatkan diri mampir ke berbagai Yayasan dan Panti Asuhan untuk berbagi kebahagiaan. Di Baubau, ia menyalurkan sembako, sementara di Kotamobagu ia membagikan mainan untuk anak-anak di Pondok Pesantren.
Tak berhenti di situ, aksi sosial juga berlanjut hingga ke Kota Palu dengan pembagian alat tulis serta kebutuhan pokok lainnya. Baginya, melihat senyum anak-anak di setiap kota adalah kebahagiaan terbesar yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Aktivitas ini juga menjadi momen penting untuk merajut tali persaudaraan yang lebih erat di antara para biker MAXI Yamaha. Dukungan dari komunitas lokal di setiap kota membuat perjalanan Om Daeng terasa jauh lebih ringan dan penuh kekeluargaan.
“Alhamdulillah, di hampir setiap kota saya mendapat sambutan hangat yang luar biasa dari teman-teman komunitas,” ungkap Om Daeng dengan penuh rasa syukur.
Menurutnya, solidaritas antar pengendara Yamaha di Sulawesi memang juara dan patut diacungi jempol.
Jalur Menantang Namun Memanjakan Mata

Tantangan terberat yang dirasakan Om Daeng muncul saat melintasi jalur dari Morowali menuju Luwuk Banggai di Sulawesi Tengah. Jalur ini dikenal memiliki tanjakan dan turunan panjang dengan tikungan teknikal yang benar-benar menguji fokus serta stamina rider.
Beruntung, performa motor yang ia tunggangi sangat mendukung untuk melibas medan ekstrem yang sempit dan berliku tersebut. Om Daeng merasa motornya kali ini terasa jauh lebih ringan dan lincah saat harus bermanuver di area pegunungan.
Namun, rasa lelah itu terbayar tuntas saat ia memasuki rute favoritnya dari Amurang menuju Kotamobagu di Sulawesi Utara. Di sini, ia disuguhi pemandangan sunset yang eksotis di Bukit Sasayaban serta udara pegunungan yang sangat menyegarkan.






