Keajaiban terjadi di tikungan terakhir saat Bintang yang tadinya berada di posisi lima secara cerdik melakukan late braking untuk menyalip dua lawan.
Berkat cornering yang sangat mulus, ia berhasil membawa bendera Merah Putih berkibar di podium ketiga, sementara rekan-rekannya seperti Resky, Badly, dan Maulana menyusul finish di posisi 10, 14, dan 15.
Berlanjut ke hari Minggu (1/3), balapan kedua menyuguhkan tensi yang lebih tinggi bagi para pebalap muda Indonesia sejak lampu start padam. Bintang sempat memimpin jalannya balapan, sementara Badly dan Resky juga ikut memberikan tekanan hebat di barisan lima besar dunia.
Sayangnya, keberuntungan belum memihak sepenuhnya karena insiden di lap akhir membuat Bintang dan Badly sempat melebar dari jalur ideal. Nasib kurang beruntung dialami Resky yang harus terjatuh setelah terlibat kontak dengan rider lain, sehingga ia terpaksa kembali ke paddock lebih awal.
Setelah melalui drama penalti yang membuat posisinya turun ke urutan lima, Bintang kini bertengger di posisi empat klasemen sementara dengan total 27 poin.
Perjuangan ini pun diapresiasi oleh Andy Wijaya selaku General Manager Marketing Planning and Analysis AHM yang bangga melihat mental tarung para pebalap belia tersebut.
“Para pebalap muda mampu menampilkan pertarungan yang kompetitif dalam bersaing dengan pebalap potensial Asia lainnya. Hal ini tentu menjadi bekal positif bagi mereka. Melalui semangat Satu Hati, kami akan terus mendukung mereka untuk tumbuh sebagai pebalap yang berprestasi dan membanggakan bangsa,” ujar Andy.
Mau tahu aksi mereka selanjutnya? Gelaran IM4AC 2026 akan berlanjut ke Lusail International Circuit, Qatar pada bulan April mendatang. Yuk, kita berikan dukungan penuh agar mereka kembali meraih hasil maksimal di sana!






