Quartararo dan Rins juga telah menjajal unit daya baru tersebut dalam sesi uji coba. Yamaha berharap langkah radikal ini menjadi solusi setelah beberapa musim terakhir performa M1 dinilai kurang kompetitif.
Saat ini, Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang berada di Grup D Konsesi. Kondisi tersebut membuat Yamaha harus bergerak cepat agar tidak kembali tertinggal, terlebih bursa transfer pembalap sudah di depan mata.
Masa Depan Quartararo Jadi Taruhan
Yamaha jelas tak ingin kehilangan Fabio Quartararo, yang musim lalu menjadi tulang punggung tim. Dari total 269 poin yang diraih Yamaha, El Diablo menyumbang 201 poin dan finis di peringkat kesembilan klasemen pembalap.
Quartararo pun menyadari proyek mesin V4 ini penuh risiko, namun ia tetap menyimpan harapan besar.
“Proyek ini baru dimulai tahun lalu dan prosesnya akan panjang. Saya akan mendorong sampai batasnya sejak hari pertama. Tes akan berlangsung dua pekan lagi, jadi penting untuk mengetahui arah kami musim ini,” ujarnya.
Alex Rins juga optimistis dengan perkembangan motor baru. Menurutnya, setiap sesi tes selalu membawa pembaruan yang menjanjikan.
“Semua kru dari Jepang dan Italia bekerja sangat keras. Kami akan punya banyak bagian baru dan banyak pekerjaan ke depannya,” tutup Rins.
Dengan hadirnya mesin V4, Yamaha kini memasang target besar untuk kembali bersaing di papan atas MotoGP. Apakah YZR-M1 versi terbaru ini mampu menjawab keraguan? Menarik untuk ditunggu kiprahnya di musim 2026.










