Sedangkan Rama Putra yang baru pertama kalinya merasakan balapan motor prototype di sirkuit dunia, mampu meraih catatan terbaiknya 2:16.413.
Seiring dengan upaya adaptasi yang mulai dilakukannya, Rama Putra memiliki peluang untuk bisa tampil kompetitif.
“Hasil pre-test di Lusail, Qatar memberikan beberapa pelajaran yang harus saya perhatikan untuk bisa kompetitif di IATC 2024. Saya juga memiliki bekal dari hasil wild card di Mandalika 2023. Ini membuat saya siap menghadapi putaran pertama IATC di Lusail dengan optimis, dan percaya diri. Untuk memberikan kemampuan terbaik saya,” ujar Dipha.
Kedua pembalap belia binaan yang merupakan jebolan Astra Honda Racing School (AHRS) ini, akan bersaing dengan 20 pebalap muda potensial dari berbagai negara lainnya. Balapan tersebut akan terbagi dalam 6 seri, yang digelar sepanjang musim balap IATC 2024.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan, kedua pebalap binaan AHM telah melakukan persiapan dengan optimal. Mereka pun siap berjuang menghadapi persaingan IATC 2024.
“Sebagai salah satu langkah dalam jalur penjenjangan balap yang kami lakukan, IATC merupakan gerbang perwujudan mimpi para pebalap muda Indonesia di pentas balap level Internasional. Melalui semangat satu hati, dukungan dari masyarakat juga memberikan energi tersendiri bagi para pebalap dalam meraih prestasi dengan membawa nama Indonesia.” pungkas Andy.










