“Alhamdulilah, di awal tahun PT Sharia Multifinance Astra mendapat penghargaan sebagai Multifinance Syariah Terbaik 2021 oleh salah satu Lembaga. Awal bulan Februari 2021 ini meresmikan pembukaan 5 cabang pertama secara sederhana. Semua ini memberi makna bahwa kami semakin memperkuat komitmen dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat secara lebih luas, khususnya dalam memberikan kemudahan masyarakat melakukan pendaftaran Haji maupun keberangkatan Umrah dengan fasilitas pembiayaan syariah,” tutur Inung Widi Setiadji selaku Presiden Direktur PT Sharia Multifinance Astra.
Menurut Inung, sebelum pandemik Covid-19, trend pemorsian haji maupun keberangkatan umroh dari Indonsia terus meningkat. Pada tahun 2018 pemorsian haji (masyarakat yang resmi mendaftar haji) mencapai 679.945 orang di Indonesia. Angka itu naik menjadi 730.2235 orang pada tahun 2019 serta turun hampir separuhnya pada tahun 2020, yakni 410.850, orang, karena kondisi pandemik.
Pemorsian haji ini memang harus dilakukan, karena minat dan calon jamaah haji yang cukup tinggi, selain kuota yang diberikan ke Indonesia sekitar 200.000-an setahun. “Untuk itu kami memfasilitasi para calon jamaah haji dengan memastikan pemorsian hajinya melalui pembiayaan syariah bagi yang belum mendaftar,”jelas Inung.
Sementara itu, data keberangkatan umroh tahun 2018 tercatat 1.050.000 orang, kemudian tahun 2020 mencapai 1.260.000 dan tahun lalu, karena sebagian besar penyelenggaraan umroh dan haji sangat dibatasi akibat pandemik, jumlahnya turun menjadi 252.000.
Senada dengan Inung, Direktur PT Sharia Multifinance Astra, Yulian Warman, menjelaskan bahwa pemorsian haji ini memang perlu dilakukan oleh para calon yang berniat berangkat haji, karena pemorsian haji itu minimal memastikan calon haji sudah masuk daftar tunggu, apalagi lama antrian atau daftar tunggu rata-rata provinsi di Indonesia sudah relatif panjang.






