3. Virus Nipah
Seperti diketahui, virus Nipah atau NiV adalah salah satu kekhawatiran masyarakat dunia, termasuk MotoGP, setelah menewaskan dua warga asal Kerala, India Selatan.
Mengutip dari detikHealth, sebanyak 706 masyarakat India telah dites, untuk kemungkinan penularan virus zoonosis ini.
Meskipun lokasi MotoGP India berjarak 2.600 kilometer dari wilayah Kerala, penyelenggara tetap waspada terhadap risiko penyebaran penyakit dari hewan ini.
Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa, Virus Nipah dari kelelawar buah yang ditularkan ke babi saat terjadi penebangan hutan secara besar-besaran. Akibatnya, populasi kelelawar berpindah, mendekati area peternakan.
4. Pengiriman Barang Tidak Sesuai
Selain masalah teknis, masalah kargo yang mengirimkan logistik juga menjadi perhatian MotoGP India.
Dilaporkan, panitia setempat menggunakan truk brailer dan tanpa boks pelindung untuk mengangkut perlengkapan tim dari bandara New Delhi ke Sirkuit Internasional Buddh. Hal ini disebut tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Meskipun tidak ada kerusakan atau kehilangan barang, sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa kiriman logistik terlambat dari jadwal yang seharusnya.
5. Hotel Mahal
Melansir dari Speedweek, ketua tim Liqui Moly Moto3, Peter Ottl, mengungkapkan bahwa biaya akomodasi MotoGP India sangat mahal. Bahkan, masalah hotel juga dikeluhkan oleh pemimpin tim PrustelGP, Florian Prustel.
6. Sirkuit Banyak Ular Berbisa
Direktur Medis MotoGP, dr. Angel Chartre, mengungkapkan bahwa, trek di Sirkuit Internasional Buddh adalah sarang ular berbisa. Maka dari itu, ia mengeluarkan peringatan pada Jumat (15/9) lalu terkait ancaman ular berbisa.






