Sepanjang jalur menantang tersebut, tim disuguhi panorama mengagumkan dari deretan gunung salju abadi yang menjadi bagian dari Route 214 dan Route 318. Kedua rute legendaris ini memang diakui dunia sebagai salah satu jalur overland paling indah sekaligus mematikan di muka bumi.
Solidaritas Bikers Serumpun Menembus Ketatnya Birokrasi China
Perjalanan luar biasa ini tentu tidak berjalan instan karena ada tembok birokrasi super ketat yang harus dilewati oleh tim Indonesia. Beruntung, Rial Hamzah dan Adet Vriono memilih bergabung bersama 11 riders asal Malaysia yang dipimpin oleh Rosmadi Saad dalam satu grup ekspedisi resmi.
“Untuk dapat memasuki China dan Tibet menggunakan kendaraan Indonesia, seluruh peserta harus melalui proses birokrasi yang sangat ketat, kompleks, dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Khusus untuk daerah otonomi Tibet, persyaratan administrasi dan perizinan masuknya sangat susah serta mahal,” tutur Adet Vriono yang merupakan salah satu pengurus GSrek Indonesia Jakarta Chapter.
Kolaborasi apik antaranegara ini terbukti tidak hanya mempermudah pengurusan dokumen administrasi yang rumit di perbatasan. Hubungan ini juga berhasil menghidupkan kembali semangat persaudaraan sesama bangsa Serumpun dalam menghadapi ganasnya jalur menuju atap dunia.
Sepanjang perjalanan yang penuh ketidakpastian ini, para riders dari Malaysia terus menunjukkan solidaritas serta loyalitas yang luar biasa. Keberhasilan bersama ini membuktikan bahwa persahabatan di atas dua roda mampu meruntuhkan segala batasan ego antarnegara.
Misi Promosi Wisata Indonesia dan Dukungan Penuh dari Sponsor
Menariknya, keberhasilan tim mencapai Lhasa ini juga menjadi angin segar untuk memperkenalkan potensi dunia touring Indonesia di mata internasional. Sepanjang jalan mereka banyak bertemu dengan bikers asing yang akhirnya tertarik dan penasaran ingin mencicipi indahnya aspal nusantara.
Rial Hamzah selaku pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Touring dan Komunitas menyampaikan harapan besarnya terkait dampak positif dari ekspedisi ini. Beliau sangat berharap perjalanan ini bisa menjadi inspirasi sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi dunia overland Indonesia.
Langkah berani ini pun mendapat apresiasi yang luar biasa serta dukungan resmi dari pihak Ikatan Motor Indonesia sebagai perwakilan otomotif negara. Hadirnya IMI menjadi faktor krusial yang memperlancar urusan koordinasi serta administrasi lintas negara yang terkenal rumit ini.
Kelancaran perjalanan ribuan kilometer ini tentunya tidak lepas dari sokongan penuh para sponsor utama seperti 7Gear Motoequipment dan Coriaz Motoadventure. Selain itu, dukungan juga mengalir dari Syndicate Motor Indonesia, Expedition Watch, Maxdecal, Liqui Moly, dan Elig yang sukses menjaga performa motor tetap prima hingga ke tujuan akhir.






