Fokus, konsisten, dan matang secara teknis, ia berhasil menunjukkan kualitasnya hingga naik podium sebagai juara 3 dunia.
Jadi Kebanggaan Yamaha Indonesia
Kebanggaan juga datang dari Yamaha Indonesia. Johannes B.M. Siahaan, Assistant General Manager CS Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menyebut pencapaian Robet sebagai bukti kualitas teknisi Indonesia.
“Kami bangga Robet bisa tampil di panggung dunia dan membawa pulang juara ke-3. Ini menjadi inspirasi bagi teknisi Yamaha lainnya untuk terus berupaya mencapai keunggulan,” ujar Johannes.
Usai kompetisi, Robet mengungkapkan rasa syukurnya bisa tampil dan bahkan menang di ajang dunia.
“Terima kasih Yamaha Indonesia dan Alfa Scorpii. Saya bangga bisa membawa nama Indonesia dan meraih juara ke-3. Banyak ilmu yang saya dapat dan akan saya terapkan di dealer,” ujar Robet, yang di Jepang juga mendapat julukan “Shine Slayer for Indonesia”.
Deretan Prestasi Teknisi Yamaha Indonesia di WTGP
Prestasi Robet menambah panjang catatan manis teknisi Indonesia di WTGP:
- Dewa Putu Gunawirawan (Bali) – Juara 1 (2007)
- Djarot Imam Kristanto (Solo) – Juara 2 (2007)
- Sukrisna Beni (Yogyakarta) – Juara 2 (2012)
- Asep Sumpena (Bandung) – Juara 3 (2014)
- Ardhi Sulistyo (Jember) – Juara 2 (2018)
- Robet B Simanullang (Sumatera Utara) – Juara 3 (2025)
Tradisi podium ini membuktikan bahwa teknisi Yamaha Indonesia punya standar global.
Sebagai bentuk apresiasi, Yamaha akan menggelar seremoni kemenangan untuk Robet sesampainya di Indonesia. Momen ini juga bakal jadi ajang Robet berbagi pengalaman seru selama berlaga di kompetisi teknisi terbesar Yamaha di dunia.










