Wahana ingin semua pengguna jalan sadar kalau keselamatan itu soal sikap saling menghargai, termasuk memahami kebutuhan teman-teman pengendara difabel.
Pentingnya Edukasi Safety Riding yang Inklusif
Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, keselamatan adalah harga mati dalam berkendara. Melalui semangat #Cari_Aman, WMS ingin merangkul semua kalangan agar bisa berkendara dengan nyaman dan bertanggung jawab.
“Kami ingin mendorong seluruh pengguna jalan, termasuk pengendara difabel, untuk dapat berkendara dengan aman dan nyaman sesuai semangat #Cari_Aman,” jelas Agus.
Dalam sesi tersebut, ada empat rahasia utama teknik berkendara motor adaptif yang dibagikan buat teman-teman difabel:
- Kontrol Halus: Narik gas dan ngerem harus lembut biar motor tetap stabil.
- Kecepatan Konsisten: Jaga kecepatan tetap stabil supaya motor gampang dikendalikan.
- Jarak Aman Ekstra: Kasih ruang lebih buat bereaksi kalau ada hal mendadak.
- Antisipasi Dini: Harus peka sama potensi bahaya di depan mata.
Posisi Berkendara dan Alat Bantu yang Pas
Nggak cuma soal teknik jalan, posisi duduk juga berpengaruh besar, lho! Buat pengendara difabel, kenyamanan adalah kunci kontrol motor yang optimal.
Ada empat faktor pendukung yang dibahas, mulai dari posisi duduk yang stabil, titik tumpu yang tepat, aspek ergonomis kendaraan, hingga prinsip safety first yang nggak boleh ditawar.






