“Buat semuanya lebih baik pikir-pikir dulu kalau mau beli QJMotor. Sebab kalau dealer mereka menipu konsumen, QJMotor akan lari dari tanggung jawab duit lenyap seperti yang saya rasakan!”
Tanggung Jawab Dealer dan APM Dipertanyakan
Kasus ini memicu diskusi yang cukup besar di kalangan pengguna dan calon konsumen QJMotor. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan dealer serta sejauh mana peran APM dalam memberikan perlindungan kepada konsumen ketika terjadi masalah.
Dalam banyak kasus di industri otomotif, APM biasanya memiliki kewenangan dalam mengatur standar operasional dealer, termasuk integritas transaksi, pelayanan, dan keamanan pembayaran.
Namun dalam keluhan yang muncul, para konsumen menilai bahwa ada celah yang membuat mereka tidak mendapatkan kepastian.
Para konsumen berharap QJMotor Indonesia memberikan langkah konkret—baik berupa klarifikasi resmi, pendampingan kasus, maupun penyelesaian refund atau pengiriman unit.
Menanti Respons Pihak Terkait untuk Kasus Keluhan Konsumen QJMotor di Solo
Hingga artikel ini dipublikasikan, keluhan-keluhan tersebut masih mencuat di media sosial dan menjadi topik hangat di komunitas otomotif.
Publik menantikan kejelasan dari pihak dealer maupun APM untuk memastikan kasus serupa tidak kembali terjadi.
Seluruh informasi dalam artikel ini didasarkan pada keluhan konsumen yang dipublikasikan di media sosial, dan perkembangan resmi dari pihak terkait masih dinantikan.
Redaksi kami sudah mencoba menghubungi PR QJMotor Indonesia namun belum ada jawaban.






