Pada kesempatan tersebut, Toprak harus mengakui keunggulan sesama rookie, Diogo Moreira. Juara Moto2 asal Brasil itu finis ke-19 dengan catatan waktu 1:58,682, sementara Toprak tepat di belakangnya di posisi ke-20 dengan waktu 1:58,887.
Menariknya, pembalap asal Antalya ini terlihat bereksperimen dengan jok belakang yang terhubung ke kursi tanpa perangkat aerodinamika. Langkah ini dilakukan demi mencari setelan paling ideal agar cocok dengan postur tubuhnya yang tinggi.
Postur Tinggi Jadi Tantangan Tersendiri
Murid Kenan Sofuoglu itu mengakui bahwa motor MotoGP sangat berbeda dengan tunggangan yang biasa ia pakai di WSBK. Dengan tinggi badan 1,85 meter, Toprak harus menyesuaikan posisi berkendara agar tetap nyaman dan kompetitif.
“Motor ini sedikit berbeda karena tingginya. Pada akhirnya, saya menggunakan jok yang lebih tinggi dengan aerodinamika. Saya merasa lebih baik karena motor lebih mudah direm dan bagian belakang lebih terkendali,” ungkap Toprak.






