Tak lupa, wisata kuliner makanan tradisional khas Lampung menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Menikmati hidangan lokal di sela perjalanan memberikan energi tambahan sebelum melanjutkan rute menuju lokasi berikutnya.
Komunitas ini juga melakukan kunjungan ke salah satu Sekolah Dasar di kawasan Krui yang diketahui belum mendapatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah kecil ini diharapkan dapat menarik perhatian lebih banyak pihak terhadap kondisi pendidikan di pelosok daerah.
Jalur Lintas Liwa Menjadi Penutup Perjalanan yang Manis
Setelah puas mengeksplorasi Krui, keesokan harinya rombongan bersiap untuk kembali ke Tangerang melalui Kota Liwa. Jalur Lintas Liwa yang berkelok-kelok memberikan pengalaman riding yang teknis sekaligus menyenangkan bagi para pecinta roda dua.
Rute ini membawa rombongan kembali menuju Bandar Lampung sebelum akhirnya bersiap menyeberang kembali ke Pulau Jawa. Perjalanan pulang ini menjadi ajang refleksi atas kekompakan yang telah terjalin selama ribuan kilometer di jalanan.
Meskipun hanya diikuti oleh 6 motor, filosofi “6 nyawa” menjadi bukti kuatnya solidaritas yang diusung oleh Suzuki Badak Banten. Setiap kilometer yang dilalui mempertebal rasa persaudaraan yang menjadi pondasi utama komunitas motor asal Banten ini.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan rasa syukur karena semua peserta tiba kembali di rumah masing-masing dengan selamat. Sampai jumpa di perjalanan penuh cerita berikutnya, tetap cari aman dan salam satu aspal!






