Setiap negara menghadirkan tantangan berbeda, baik dari sisi geografis maupun sosial-politik. Mulai dari perizinan rumit di Cina hingga kondisi jalan ekstrem di Afghanistan yang dipenuhi pasir dan bebatuan.
“Di Afghanistan itu yang paling berat. Infrastruktur jalan masih sangat jelek, penerangan minim, dan saya beberapa kali tumbang karena kelelahan. Motor juga sempat mengalami trouble,” ungkap Daeng.
Performa XMAX Teruji di Kondisi Ekstrem Saat Touring Lintas Negara
Meski menghadapi medan berat dan cuaca ekstrem, Yamaha XMAX tetap mampu mengantarkan Daeng hingga ke Tanah Suci. Ia pun mengaku kagum dengan daya tahan skutik MAXI tersebut.
“Secara durabilitas, XMAX ini sudah terbukti kuat. Di Afghanistan motor benar-benar saya pacu sampai batas ekstrem, panas, jalur batu dan pasir selama empat hari,” tambahnya.
Setelah menuntaskan touring Indonesia–Mekah, Daeng berencana melanjutkan petualangan berikutnya menuju Eropa pada pertengahan 2026. Sebagai bentuk dukungan, Yamaha memberikan satu unit XMAX TECHMAX serta riding jacket hasil kolaborasi Yamaha dan Rabbit & Wheels.
XMAX TECHMAX sendiri merupakan model flagship MAXI Yamaha yang baru saja mendapatkan pembaruan di IMOS September lalu. Pembaruan meliputi warna Ceramic Grey khas Eropa serta fitur seperti Electric Adjustable Screen, Emergency Stop Signal, dan desain TFT meter yang lebih ringkas dan mudah dibaca.
Kisah touring lintas negara Yamaha XMAX ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa skutik MAXI Yamaha bukan hanya nyaman, tapi juga tangguh untuk perjalanan lintas benua.






