“Awalnya, ExRider terbentuk di tingkat provinsi. Tapi setelah beberapa kali komunikasi lintas daerah, kami sepakat membentuk organisasi nasional agar lebih solid,” ungkap Inuk Blazer, yang dipercaya menjadi Sekjen ExRider Indonesia.
Menurut Inuk, proses membentuk kepengurusan nasional bukan hal yang mudah. “Mengumpulkan para mantan pembalap itu cukup menantang karena masing-masing sudah sibuk. Untungnya, saat event LFN digelar, banyak yang hadir. Dari situlah komunikasi intens dilakukan hingga akhirnya bisa deklarasi,” lanjutnya.
Deklarasi nasional wadah bagi para mantan pembalap nasional ini sendiri berlangsung di Ayam Sumeh, Mijen, dan dihadiri sekitar 30 perwakilan dari berbagai provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan dan Papua.






