Kontes regional ini selalu menjadi kegiatan yang ditunggu oleh SMK binaan WMS. Selain sebagai ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga memperkuat jejaring antarsekolah. Peserta bisa mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dibandingkan standar industri yang telah ditetapkan Honda.
Lebih jauh, kompetisi ini juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan industri (DUDI). Sekolah bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap masuk ke industri otomotif masa depan.
Guru dan Siswa, Sama-Sama Didorong Naik Level
Bagi para guru, kontes ini adalah momentum untuk memperbarui pengetahuan teknis sekaligus menajamkan kemampuan pedagogi. Harapannya, metode pengajaran semakin relevan dengan tuntutan industri terkini.
“Guru punya peran penting dalam membentuk kompetensi siswa vokasi. Karena itu, kami memberikan ruang pengembangan agar mereka bisa mengikuti inovasi dan memperkuat metode pembelajaran,” lanjut Benedictus.






