Yadea diketahui telah mengurangi emisi karbon global sebesar lebih dari 63,5 miliar kilogram, sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam mendorong kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi energi bersih nasional.
Selain itu, Yadea juga telah membangun 10 basis produksi dan pusat R&D, termasuk di Indonesia dan Vietnam, sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap pasar Asia Tenggara.
Pertemuan bisnis ini juga memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, dengan semangat membangun koridor ekonomi hijau.
Sebagai bagian dari strategi internasionalisasi, Yadea menginvestasikan sekitar USD 150 juta untuk riset dan pengembangan pada tahun 2024—angka yang melampaui gabungan pesaing utama lainnya.
“Yadea ingin memberikan pengalaman perjalanan yang luar biasa kepada pengguna dan menjadi pemain utama dalam mendorong transisi energi hijau di Indonesia,” kata Dong menambahkan.
Melalui Indonesia-China Business Reception 2025, Yadea memperkuat visinya sebagai pelopor solusi mobilitas berkelanjutan, sekaligus memperdalam kolaborasi lintas negara untuk kemajuan industri kendaraan listrik roda dua di tingkat global.






