Dijelaskan juga oleh Yamaha, terdapat opsi yang lebih praktis yakni tuas plus dapat ditarik untuk memindahkan gigi ke atas dan didorong untuk pindah gigi ke bawah hanya dengan jari telunjuk.
Gunakan cara sederhana ini, membuat pengendara tak perlu melepaskan ibu jari dari setang. Sehingga tangan pengendara bisa dapat lebih kokoh, memegang setang di kecepatan tinggi.
Pada mode AT, pengendara dapat memilih antara dua program tersedia yang bisa diubah kapan saja melalui tombol MODE.
D+ MODE menawarkan perpindahan gigi sporty dengan perpindahan gigi pada putaran mesin yang lebih tinggi untuk menjaga sensasi berkendara sambil tetap menawarkan keunggulan transmisi otomatis penuh.
Melansir dari Motorcycle.com, dijelaskan Y-AMT bukan percobaan pertama Yamaha dalam berinovasi. Pada Yamaha FJR1300, telah diperkenalkan sistem transmisi, Yamaha Chip Controlled Shift (YCC-S), yang menggunakan hidrolik untuk mengoperasikan kopling.
Sementara pada Y-AMT menggunakan dua aktuator elektrik, satu untuk mengendalikan kopling dan lainnya untuk memindahkan poisi gigi.
Yamaha mengatakan, komponen fisik Y-AMT memiliki berat 2,8 kg dan dapat dipasang pada motor tanpa menambah lebar mesin. Kopling dan gearbox yang digunakan sama dengan versi transmisi manual biasa.










