Kepala UPT Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sulawesi Selatan, A. Tonra Solie, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Yamaha dalam upaya restorasi Mangrove di daerah tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Yamaha yang telah mengambil peran dalam rehabilitasi Mangrove di Sulawesi Selatan. Ini bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Dalam tiga tahun ke depan, kami berharap lingkungan dan ekonomi Kabupaten Bone akan mengalami perubahan positif,” ujarnya.
Target Konservasi Jangka Panjang Yamaha
Selain di Kabupaten Bone, program penanaman Mangrove Yamaha telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia sejak 2022.
Hingga saat ini, Yamaha telah menanam lebih dari 40.000 pohon dari target 150.000 pohon Mangrove pada 2026 di Jakarta dan Karawang.
Sebagai bagian dari visi jangka panjangnya, Yamaha Motor Group menargetkan penanaman 520.000 pohon di seluruh Indonesia sebagai upaya mendukung percepatan target zero carbon pada 2035, 15 tahun lebih cepat dari target nasional tahun 2050.
Selain Mangrove, Yamaha juga aktif dalam kegiatan penghijauan lainnya, seperti program “Tanam Pohon Bersama Presiden RI” yang digelar pada November 2023 di Jabodetabek. Dalam program tersebut, Yamaha turut menyumbangkan pohon Trembesi, Mahoni, Nangka, dan Matoa sebagai bagian dari gerakan nasional penghijauan.
Melalui program Penanaman Mangrove Yamaha di Bone, Yamaha Motor Group kembali membuktikan dedikasinya dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Dengan target jangka panjang yang ambisius, Yamaha tidak hanya berkontribusi dalam dunia otomotif, tetapi juga menjadi pelopor dalam aksi nyata untuk keberlanjutan ekosistem di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut tentang aktivitas CSR Yamaha, kunjungi Instagram resmi @yamahaindonesia.










