Terlepas dari cedera yang dialami, Quartararo menutup hari Selasa sebagai pembalap tercepat Yamaha, sekaligus menjadi referensi utama untuk pengembangan motor V4 anyar pabrikan tersebut.
Menjelaskan keputusannya kembali ke Eropa untuk pemeriksaan medis, Quartararo menyebut bahwa sebagian besar program tes sudah dijalankan.
“Kami sudah menguji semua yang perlu diuji. Dua hari tambahan memang bagus untuk elektronik dan pemetaan, tapi kami sudah melakukan lebih dari cukup,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Yamaha telah melakukan banyak pengujian sebelumnya di sesi Shakedown, sehingga tim sepakat untuk fokus pada pemulihan kondisi jelang tes Buriram.
“Kami membagi banyak item di antara keempat pembalap, jadi kami memutuskan berhenti dan mencoba kembali 100 persen untuk Buriram,” tutup Quartararo.






