Namun jangan salah, tidak semua pembalap reguler boleh ambil bagian. Sesuai aturan, hanya dua kategori pembalap yang diizinkan tampil, yakni test rider (pembalap penguji) dan rookie atau pembalap debutan. Tujuannya jelas, memberi ruang adaptasi sekaligus pengembangan motor tanpa tekanan kompetisi.
Musim ini, deretan rookie juga cukup menarik perhatian. Ada Diogo Moreira dari Pro Honda LCR, sang Juara Dunia Moto2 2025, serta Toprak Razgatlioglu yang akhirnya resmi naik kelas ke MotoGP bersama Prima Pramac Yamaha usai menyabet tiga gelar WorldSBK.
Yamaha Dapat Keuntungan Konsesi Level D
Sorotan utama di Sepang jelas tertuju ke Yamaha. Saat ini, pabrikan asal Iwata tersebut menjadi satu-satunya tim yang memegang konsesi level D. Artinya, Yamaha mendapat “headstart” berupa kelonggaran regulasi, termasuk menurunkan pembalap utama lebih awal.
Fabio Quartararo dan Alex Rins pun ikut ambil bagian demi mempercepat pengembangan mesin V4 terbaru. Ini jadi fase penting, mengingat Yamaha tengah melakukan revolusi teknis besar dengan meninggalkan mesin Inline-4 legendaris mereka dan beralih ke konfigurasi V4.
Langkah ini diambil demi mengejar ketertinggalan tenaga dari Ducati dan Aprilia yang selama beberapa musim terakhir tampil dominan. Tak heran, kehadiran mesin V4 Yamaha langsung menjadi pusat perhatian di paddock Sepang.






