Yayasan AHM tidak hanya fokus pada satwanya saja, tetapi juga pada pemulihan ekosistem hutan dan pemberdayaan masyarakat. Program Titian Lestari menghadirkan banyak kegiatan kolaboratif, mulai dari:
- produksi & penanaman bibit pohon lokal,
- perawatan area tanam,
- edukasi konservasi bagi pelajar,
- pemasangan media informasi lingkungan,
- hingga pengembangan produk hasil hutan bukan kayu bersama kelompok Kelompok Wanita Tani (KWT).
Pendekatan ini bukan hanya menjaga hutan tetap lestari, tapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Tanam 8.000 Pohon, Perkuat Habitat Owa Jawa
Momen ini juga bertepatan dengan Hari Penanaman Pohon Indonesia pada 28 November. Yayasan AHM menanam 8.000 pohon yang terdiri dari jenis Kayu Sapi, Kayu Babi, Kepayang, dan Aren—tanaman yang menjadi sumber pakan dan penopang konektivitas tajuk hutan bagi Owa Jawa, yang hidup sepenuhnya di pepohonan.
Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga keberlangsungan satwa arboreal, sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem di kawasan tersebut.
Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin, menegaskan bahwa konservasi adalah kerja kolektif.
“Kami hadir mengajak masyarakat luas dalam menjaga kelestarian satwa endemik Indonesia dan keseimbangan ekosistem hutan. Konservasi tidak hanya tentang menjaga alam, tetapi juga tentang menguatkan peran masyarakat agar dapat tumbuh dan sejahtera secara berkelanjutan bersama lingkungannya,” ujarnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan partner seperti PT Suryaraya Rubberindo Industries, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Yutaka Manufacturing Indonesia, dan PT Musashi Auto Parts Indonesia. Semua pihak sepakat bahwa pelestarian keanekaragaman hayati adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan.



