Jurnalbikers.com- Touring menggunakan sepeda motor tidak hanya dilakukan oleh komunitas atau klub motor. Seperti halnya wadah Muslim Biker Indonesia yang melakukan touring Journey to Jannah.
Tahun 2023 merupakan ajang keempat untuk kegiatan Journey to Jannah. Di tahun ini Malang menjadi titik terakhir perjalanan yang diikuti langsung oleh Pembina MBI, Ustadz Subhan Bawazier hafidzahullah.
Perjalanan ke Jannah Vol. 4 ini mengambil rute Indramayu, Majalengka, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, Madiun, dan finish di Malang. Setiap daerah yang dilalui ini memiliki chapter MBI.

Selain diisi dengan kegiatan kajian yang dibawakan langsung oleh Ustadz Subhan Bawazier hafidzahullah touring ini diberikan muatan sharing perkembangan MBI di beberapa kota tersebut.
Setiap lokasi kajian ustadz membawakan tema yang berbeda-beda. Seperti halnya di Indramayu tema yang dibawakan adalah Di Atas Jalur yang Benar
Berikut adalah daftar tema kajian yang dibawakan oleh Ustadz Subhan Bawazier (USB) hafidzahulla.
- Indramayu, Di Atas Jalur yang Benar
- Majalengka, Ku Butuhkan Ridho-Mu
- Pekalongan, Tak Ada Pilihan
- Semarang, Semua Sudah Teratur
- Yogyakarta, Anugerah Ilahi
- Madiun, Hati yang Terikat; dan
- Malang, Titik Terang
Selain di majelis, rombongan pun akan mendapatkan pembelajaran terkait adab dalam Islam. Apalagi yang berkaitan dengan safar “touring”.
Contohnya adalah ketika sedang menjemur jalanan menanjak maka sarannya adalah mengartikan takbir ( Allahu Akbar ). Adapun saat jalanan menurun yang diucapkan adalah tasbih ( subhanallah ).
Salah satu member sekaligus pengurus MBI Bandung, Abu Hamza mengatakan touring J2J bersama Muslim Bikers Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri.
“Yang penting adalah touring- nya. Kami touring karena satu frekuensi, belajar cara beragama yang sama melalui kajian maupun dalam perjalanan. Dalam touring ini setidaknya tetap menambah ilmu agama. Jika touring pada umumnya untuk hura-hura doang, maka di sini kami nikmati perjalanan, istirahat sambil kajian sehingga kian merasakan nilai plusnya.” ungkap Abu Hamza yang dihubungi melalui telepon.






