Jurnalbikersplus.com – Sebagai langkah nyata menekan angka kecelakaan di jalan raya, PT Multi Bintang Indonesia Tbk bersama Ikatan Motor Indonesia bersinergi di mana MBI dan IMI usung program Auto Sobriety untuk mengedukasi masyarakat.
Inisiatif keren ini diluncurkan untuk mengajak para pengguna jalan agar membiasakan diri tidak memegang kemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Melalui kolaborasi strategis ini, kedua belah pihak ingin membentuk budaya konsumsi alkohol yang bertanggung jawab alias responsible consumption di Indonesia.
Langkah edukatif tersebut juga bakal menggaet berbagai komunitas otomotif, baik roda dua maupun roda empat, di sejumlah wilayah tanah air.
“Bagi kami, konsumsi alkohol yang bertanggung jawab dimulai dari pilihan yang dibuat oleh tiap individu. Salah satu yang terpenting adalah memilih untuk tidak mengemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk menjadikan keputusan tersebut sebagai kebiasaan,” ungkap Roland Bala, Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia Tbk.
MBI dan IMI Usung Program Auto Sobriety: Edukasi Unik Berkonsep Airplane Mode demi Keselamatan Jalan Raya
Kesadaran akan bahaya berkendara dalam kondisi mabuk menjadi sangat krusial mengingat data World Health Organization (WHO) mencatat sekitar 1,19 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat kecelakaan lalu lintas.
Menjawab tantangan tersebut, Auto Sobriety hadir membawa pendekatan yang sangat unik dan relevan dengan gaya hidup modern karena terinspirasi dari fitur Airplane Mode pada telepon genggam.
Konsep ini mengajak setiap pengendara untuk secara otomatis mengaktifkan “mode aman” dengan memilih tidak mengemudi saat sedang berada di bawah pengaruh alkohol.
Tujuan utamanya adalah menanamkan respons otomatis dalam diri masyarakat demi menjaga keselamatan diri sendiri sekaligus pengguna jalan lainnya.
“Program ini bukan tentang melarang minuman beralkohol, yang kami dorong adalah kebiasaan untuk memisahkan konsumsi minuman beralkohol dan berkendara. Artinya, ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, ia tidak mengemudi. Semakin banyak orang yang menjadikan prinsip ini sebagai kebiasaan, semakin besar peluang kita menciptakan jalan yang lebih aman bagi semua,” papar Erreza Hardian, Anggota Komisi Sadar Aturan dan Keselamatan Berlalu Lintas (SADAR) IMI.
Pendekatan Berbasis Komunitas dan Pembagian Helm Gratis
Inisiatif ini resmi dimulai pada 29 Agustus 2026 melalui sebuah sesi talkshow interaktif yang khusus dihadiri oleh peserta berusia 21 tahun ke atas.



